Jakarta masih Menjadi Daya Tarik Pendatang Baru

22.16

Jakarta - Pada dasarnya Jakarta tetap menjadi kota pilihan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Mengapa tidak. Jakarta merupakan central dari segala aktivitas di Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi sosial. Setidaknya itu yang diciptakan pemerintah. Jakarta menjadi pilihan karena pemerintah masih belum secara merata memberikan kesempatan kerja dan kesempatan hidup bagi rakyat yang ada diseluruh penjuru di Indonesia. Pemerintah masih berfokus kepada bagaimana Jakarta menjadi kota penuh impian Regulasi mengenai otonomi daerah pun seakan tidak dapat membendung permintaan yang begitu dahsyat dari rakyat Indonesia. Bahkan, ototnomi justru menjadi bumerang bagi pemerintah pusat yang tidak bisa mengintervensi secara penuh untuk mengkoordinasikan antara kebijakan pusat dengan kebijakan didaerah. Pada akhirnya terjadilah pergerakan kebijakan secara daerah. Ini mengakibatkan tiap daerah memiliki kebijakan sendiri dan terkadang pemimpin daerah menunjukkan keegoisan yang berakibat tidak berkembangnya daerah yang dipimpinya. Sebut saja ketika pemilihan kepala daerah, maka segala macam atribut kampanye menggelora dan memberikan banyak impian kepada rakyat. Namun, ketika terpilih impian yang dijanjikan seakan hilang dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Belum lagi minimnya penyerapan anggaran didaerah, dan belanja modal yang masih dibawah harapan. Korupsi didaerah, dan berbagai macam polemik yang tidak bisa diselesaikan didaerah berdampak kepada kesenjangan sosial dan sulitmya hidup didaerah. Bahkan, minimnya pendidikan dan keterampilan masyarakat yang tinggal didaerah membuat suasana semakin mengkhawatirkan. Aksi nekat menjadi pilihan alternatif masyarakat daerah. Akhirnya, mindset yang tertanam bahwa Jakarta merupakan kota sejuta harapan menjadi motivasi seseorang dalam merubah ekonomi hidup dan ekonomi keluarganya. Pun demikian masyarakat berangkat ke Jakarta dengan berbagai macam harapan yang belum tentu dapat dipertanggungjawablkan. Jakarta pada dasarnya merupakan suatu kota yang menjadi ibukota Indonesia. Namun, pemerintah seakan "menganakemaskan" Kota Jakarta bila dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Bahkan, daerah yang diistimewakan seperti DIY, Daerah Istimewa Aceh saja tidak seperti Jakarta. Ini sangat disayangkan, karena pembangunan terlalu berpusat di Jakarta, dan tidak merata diberbagai belahan daerah di Indonesia. Sebut saja daerah paling luar di Jakarta, yakni daerah perbatasan. Minimnya infrastruktur, dan minimnya perhatian dari pemerintah membuat masyarakat diombang-ambing akan kenegaraanya. Masyarakat itu tinggal di Indonesia, tapi pada kenyataanya berinteraksi dan hidup dalam ekonomiinya dinegara lain. Ironinya adalah mereka menggunakan uang ganda dan bertransaksi di negara lain Contoh itu merupakan satu dari contoh lain yang menggambarkan pemerintah terlalu beerpusat dalam pembangunan di Jakarta. Pemerinta seakan mengakomodasi berbagai masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di Indonesia. Tapi, tidak mengakomodasi kebutuhan masyarakat diderah-daerah Padahal, sesuai dengan amanat UU, maka pemerintah perlu membangun daerah-daerah yang ada di INdonesia, terutama daerah perbatasan yang minim perhatian. Tanda-tanda kehidupan perekonomian seakan tidak ada didaerah perbatasan. Perlu intervensi dan turun tangan langsung oleh pemerintah pusat dalam mengkaji dan memberi jawaban pasti kepada masyarakat didaerah perbatasan Bila saja pemerintah pusat mampu memberikan pengendalian pembangunan yang merata dan menegakan supermasi hukum didaerah-daerah, maka bisa meminimalkan adanya perpindahan masyarakat dari daerah ke Jakarta. Pemerintah dituntut utnuk bisa menciptakan lapangan pekrjaan yang memadai dan mumpuni di daerah. Caranya bisa dengan mengundang berbagai macam investor untuk menanamkan investasinya didaerah tersebut, atau membuat sejumlah regulasi yang perlu menjangkau daerah-daerah, terutama daerah tertinggal untuk membangun sistem tata ekonomi. Sehingga, daerah-daerah bertumbuh secara ekonomi. Ini akibatnya akan meningkatkan taraf hidup masyrakat setempat. Apalagi, bila pemerintah secara konsisten dan tangguh dalam memberikan pendidikan dan keterampilan yang mumpuni. Bila pemerintah mampu menjalankan secara penuh apa yang telah diamanatkan, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan bergerak perekonomianya secara masif. Tidak ada lagi masyarakat yang berpindah dari suatu daerah ke daerah lain disebabkan kesempatan lebih banyak. Tapi, masayarakat itu akan menguatkan daerahnya sendiri untuk membantu Indonesia bersaing didunia internasional sumber Media Indonesia

0 komentar:


Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Arsip Blog :



penjelajah