Pelantikan Gubernur DKI Jakarta periode 2012 - 2017

01.34

Ada yang lain dari pelantikan Gubernur DKI kali ini . Sungguh pemandangan yang fenomenal dan belum pernah terjadi pada pelantikan gubernur sebelumnya, karena pelantikan gubernur terpilih JOKO Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dihadiri dan disaksikan oleh riuan warga secara langsung. Sosok yang merakyat dari Jokowi memang sangat dinanti-nanti oleh warga DKI.
br/> JOKO Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama mulai hari ini tanggal 15 Oktober 2012 resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Kerja keras memenuhi setumpuk janji sudah menunggu.
Janji Jakarta baru melalui program Jakarta pintar dan Jakarta sehat, serta Jakarta yang bebas dari kemacetan, kekumuhan, dan kebanjiran, hanyalah sebagian dari setumpuk janji yang terlontar selama kampanye.
Banyak tantangan bakal menghadang. Hadangan nomor satu datang dari amat rumitnya persoalan Jakarta. Sebagai ibu kota negara, pusat ekonomi dan pemerintahan, persoalan Jakarta jauh lebih ruwet daripada Surakarta, apalagi Belitung Timur.
Warga Jakarta berjumlah kurang lebih 10 juta jiwa. Jumlah warga miskinnya yang harus mendapat pengobatan dan perawatan kesehatan melalui program Jakarta sehat sekurang-kurangnya 3,96%.
Jumlah siswa SD hingga SMA yang harus mendapat pendidikan gratis lewat program Jakarta pintar mencapai lebih dari 1 juta orang. Jumlah rumah kumuh yang harus ditata menurut data BPS 2007 mencapai 181.256 unit. Permukiman kumuh itu, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum 2008, menempati areal seluas 1.500 hektare lebih.
br/> Persoalan kemacetan lebih ruwet lagi hingga menjadi momok warga Jakarta. Kecepatan rata-rata kendaraan di jalan raya hanya 20 kilometer per jam. Rasio kendaraan pribadi dan transportasi publik sangat timpang, 98% berbanding 2%. Perbandingan pertambahan kendaraan bermotor dan pertumbuhan jalan juga amat jomplang, yaitu 9,5% berbanding 0,01%.
Momok lainnya ialah banjir. Saat ini terdapat 17 titik rawan banjir dengan luas total mencapai 481 hektare lebih. Itu artinya 40% wilayah DKI rawan banjir.

Tantangan lain datang dari pendukung. Mereka pasti akan merecoki dengan meminta posisi atau proyek sebagai imbalan atas dukungan. Tidak ada makan siang gratis. Tiada dukungan yang tak menuntut imbalan.
br/> Belum lagi tantangan yang datang dari DPRD. Untuk melaksanakan semua program, Jokowi-Basuki tentu harus mendapat dukungan dan persetujuan DPRD. Gabungan parpol pendukung Jokowi-Basuki, PDI Perjuangan dan Gerindra, hanyalah minoritas di DPRD. Mereka hanya memiliki 17 dari total 94 kursi. Dengan posisi seperti itu, mereka bisa terjebak oleh kompromi politik yang semestinya dihindari.
br/> Setumpuk tantangan tersebut tentu tak boleh membuat Jokowi-Basuki surut. Rakyat Jakarta menganggap mereka mampu menyelesaikan semua tantangan itu. Itulah sebabnya rakyat memilih mereka. Rakyat ingin gubernur baru yang menciptakan Jakarta baru dengan berani dan tegas tapi tetap merakyat .

0 komentar:


Select Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Arsip Blog :



penjelajah